Selasa, 31 Juli 2012

Bubur Sumsum (Jenang sumsum)

Bahan:
150 gr tepung beras, 2 lembar daun pandan, 400 cc santan (bisa menggunakan santan instan yang diencerkan), 400 cc air, 1/2 sdt garam, 100 gr gula jawa.  
Cara Membuat:
>Sirup gula merah:
Panaskan gula dan 1 lembar daun pandan dalam 200 cc air hingga gula mencair seluruhnya, angkat, saring.
>Bubur:
Kukus tepung beras selama 15 menit, kemudian encerkan dengan 200 cc air. Masak santan bersama 1 lembar daun pandan, tambahkan garam, sambil diaduk sampai mendidih, angkat, tuangkan ke dalam tepung beras yg telah diencerkan. Masak di atas api sedang sambil terus diaduk sampai mengental menjadi bubur. Angkat bila bubur telah matang (ditandai dengan letupan2 bubur). Sajikan bersama sirup gula merah.
=Selamat mencoba= 

Jumat, 27 Juli 2012

Mengutip Saja...(I luph u pull Pak Mario, super sekali ^__^)

Satu-satunya obat bagi hati yang patah karena cinta, adalah jatuh cinta lagi.

Memang tidak mudah, tapi apakah lebih baik bagimu untuk meratap - seperti dia itu jiwa terbaik yang pernah diciptakan oleh Tuhan?

Engkau tahu bahwa engkau orang baik, khan?

Maka engkau berhak bagi yang lebih baik daripada dia.

Masa’ engkau lupa …

Wanita yang baik untuk laki-laki yang baik, dan sebaliknya.

Jangan meratap seperti itu. Kesedihanmu membuat orang yang mengkhianati cintamu bangga, bahwa engkau mengemis cintanya.

Bangkitlah. Rupawankanlah hati dan dirimu, agar jiwa terbaik pilihan Tuhan dijatuh-cintakan kepadamu.

Sana gih, cepetan!

Be beautiful, and fall in love again!

Mario Teguh – Loving you all as always

Kamis, 26 Juli 2012

Kedelai Langka, Terasa Berharga Wahai Dirimu Tahu Tempe

Kedelai langka..kedelai mahal..produksi tahu tempe "kukut"..
Di tengah suasana Ramadhan yg penuh berkah, beberapa hari terakhir pokok bahasan tentang mahalnya harga kedelai, tahu & tempe terasa menggelitik hati dan telinga saya.
Bagaimana tidak...saya terlahir dan dibesarkan di sebuah kota kecil Kediri-Jatim yang disebut sebagai "kota Tahu", dimana menurut saya di sana tahunya enaaaak dan tahu merupakan oleh2 khas, mulai dari tahu pong, tahu takwa, stik tahu, keripik tahu, kerupuk tahu, kembang tahu,...komplit segala macam olahan tahu. Pokoknya tiada hari tanpa tahu. Lhaaa kok sekarang kondangnya tahu mahal, kedelai langka...banyak pengrajin tahu-tempe pada kukut, termasuk di kota asal saya karena pasokan kedelai yang semakin langka. Dimana letak salahnya ini?? Dari beberapa sumber berita yang saya dengar dan saya baca, hal ini disebabkan karena pasokan kedelai dalam negeri kurang....lhaaah bukannya negara kita ini gemah ripah loh jinawi, subur makmur katon ijo royo-royo, kaya palawija dkk.....truss?? Banyak petani yg enggan menanam kedelai dan lebih memilih menanam padi, dikarenakan harga perawatannya yang mahal, penyakit tanaman, dll. Yaaaahhhh alasan tersebut sebenarnya tidak salah juga......petani mana yg mau merugi coba?? Solusinya tolong donk...rekan2 bidang terkait....ada nggak ya cara utk meminimkan bea perawatan kedelai, penanggulangan penyakit kedelai dengan harga miring?? sy yakin rekan2 terkait pasti sudah dipuyengkan dengan masalah tersebut. Kedelai yg diimpor dari negara lain harganya semakin meroket, pengrajin olahan kedelai dan konsumen otomatis menjerit. Wealaaaahhh...impor lagi?? (*sebenarnya miris berhubung kurang faham lika-liku ekonomi pasar, jd cuman mengamati).
"Kenaikan harga kedelai sangat besar, konsumen mengeluh, besarnya menjadi kecil, karena kenaikan harga. Harga tiap hari naik, tidak ada henti-hentinya. Empat bulan lalu harga kedelai per kilogramnya Rp 5 ribu, saat ini naik menjadi Rp 8 ribu per kilogram," ujar Mariono. Mariono terpaksa memberhentikan tiga orang karyawan karena jumlah produksinya turun. Ia pun hanya menjual tahu produksinya kepada konsumen yang bersedia membeli dengan harga tinggi."(http://www.beritajatim.com/detailnews.php/1/Ekonomi/2012-07-25/142170/Home_Indrustri_Tahu_Kediri_Terancam_Bangkrut).
Lhah klo kayak gini trus apa kabarnya masyarakat dengan taraf ekonomi menengah ke bawah? Beli daging ga mampu, sekarang tahu-tempe pun semakin tak terjangkau...*deep  breath.
Satu lagi pertanyaan.....apa memang mahal dari sananya ato permainan tengkulak...humpp.....?
*Sekedar uneg-uneg dari seorang saya, mohon maaf bila kurang berkenan


Sabtu, 21 Juli 2012

Panitia ^^







Seminggu yg lalu...
dari 4 penjuru kota Jkt dan sekitarnya...kami berangkat masing2, untuk berkumpul d sts Bogor, seperti adatnya hari sabtu sore kereta tujuan Bogor sangatlah penuh sesak. Setelah "upacara" hampir 2 jam d kereta, fiyuuuh tibalah saat utk turun. Temanya jd panitia...
Turut berbahagia..........................................................^^

Minggu, 08 Juli 2012

=Senja=

Senja...
Entah sejak kapan aku perhatian dengan waktu datangnya senja...
Yang kurasa aku sangat mencintai pemandangan senja...
Begitu jingga...
Hening.. diantara lalu lalang kendaraan yg riuh menuju tempat pulang..
Aku selalu mengingatmu...
meski tak kasat oleh mata yg kau miliki..
Aku selalu menunggumu...
dengan segenap asa cinta terakhir...
hingga nanti...Tuhan kuasa mencipta rasa yg indah..
takkan terpisah....

Senin, 11 Juni 2012

Menengok ke masa lalu

Malam ini...sebenarnya lumayan malam utk memulai sebuah ritual makan malam...
namun gemericik suara perut tak bisa lagi menahannya...
mulailah memakan ransum apa saja yg ada..sambil memasak nasi..
sedianya malam ini saya akan membuat nasi goreng dengan ayam goreng suwir.
Pukul 21.00 WIB...matang sudah hasil karya...mulailah makan sembari bertemankan laptop, internet dan siaran acara komedi TV..
Sebenarnya bukan saya yg menonton TV, tp TV yg menonton saya...hehehee
Cring.....sebuah sms masuk.... dari seorang sepupu yang mencari informasi tentang mantan kekasihnya yang notabene adalah teman saya. Meskipun sy bersikeras mengingatkannya untuk melupakan, namun sang sepupu tetap keukeuh bertanya. "Yacchh.......dia kan sudah hampir menikah...tak usah ditanyakan lagi...sudahlah"...kata saya. Sigh..................seakan masa lalu kembali ke hadapan saya.... memang bicara lebih mudah dibanding bertindak. Ketika saya berada di posisi serupa, ironisnya saya pun melakukan hal yang sama. Tetap saling berkontak dan berkabar yang ternyata hanya meninggalkan luka mendalam.
Namun tak mengapa.....setidaknya saya tahu rasanya, dan kini bisa menjadi pengingat utk yang lain. Saya bersyukur pernah sakit, bersyukur pernah terluka, sehingga saya akan berpikir seribu kali untuk menyakiti atau melukai hati orang lain...karena saya tahu persis bagaimana rasanya.
Hanya sekedar saran........setelah membaca catatan saya............berhentilah menyakiti diri sendiri, bila anda sedang berada di posisi saya di saat itu.
Kini saya bisa tersenyum....saya bebas berteman...............dan mungkin untuk memulai sebuah hubungan yang baru di akhir dua deka usia ini, saya bisa berkata siap...dengan arah yg pasti tentunya. Saya bukan remaja lagi, dan pasti banyak pertimbangan yang bertoleransi.

-Segores Luka yang Mengering-
Jakarta, 11 juni 2012
*Phie

Jumat, 08 Juni 2012

Sekedar Fiksi

Hujan deras mengguyur kota ini, menambah dingin dan sepi.
Sekilas pikiran mengembara kemana-mana.
Teringat akan sebuah mimpi, mimpi yg tertinggal di sana, mimpi yang telah kulepas untuk menjadi nyata.
Bodoh kah aku? terlalu naif untuk dijelaskan dengan kata-kata, karena takkan usai berlembar kertas mengisahkan keberadaannya.
Entah sudah berapa lama aku tak melibatkan rasa, mungkin terlalu sakit untuk membangkitkan rasa.
Beralihku kini pada apa yang disebut dengan logika.
Bukannya aku tak pernah lagi berusaha, namun untuk sekian kalinya terhempas.
Aku lelah...
Aku merasa telah menyerah pada realita, yang mengombang-ambingkan sepotong angan dan salah mengartikan rasa.
Hei, apa kabarnya mereka yang berharap adanya diriku?
Baiklah.....kini aku bertahan untuk mereka.
Berusaha mewujudkan harapan mereka, dengan segenap asa tersisa..


-Sekedar coretan fiksi-

Jakarta, 8 Juni 2012 (diantara gemercik suara hujan)....*Phie